interesting books

Tampilkan postingan dengan label Ichtiology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ichtiology. Tampilkan semua postingan

Sistem Pencernaan Ikan(Sistem Anatomi Ikan)



Sebelumnya GPS membahas Sistem anatomi ikan yaitu pada Sistem Reproduksiikan, Sistem Rangka Ikan, dan Sistem Integumen ikan, kali ini GPS akan sedikit mengulas tentang Sistem Pencernaan Ikan dimana sistem pencernaan ini merupakan salah satu dari sistem anatomi. Apa itu sistem anatomi ? Pada posting sebelumnya GPS sudah pernah membahas mengenai apa itu sistem anatomi. Jika sobat belum sempat baca artikelnya langsug saja Klik Anatomi Ikan (Anatomiadalah).
Baiklah langsung saja.

Saluran Pencernaan Ikan
Pada umumnya saluran pencernaan ikan yaitu mulai daari Mulut  è  Rongga mulut  è  Esophagus  è  Faring èKerongkongan è Lambung è Usus è Anus
Mari kita bahas satu per satu ... !!

      1.       Mulut
Mulut adalah organ yang pertama dan penting, namun jika dilihat mana yang terpenting kita tidak bisa menentukannya, karena pada dasarnya semua urutan pencernaan dari mulut sampai anus merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan jika salah satu hilang makan akan berdampak buruk bahkan kematian.
Jenis atau ragam ikan yang ada di muka bumi ini sangatlah banyak dan berbeda-beda, tentunya karena hal tersebut juga Mulut dari masing-masing jenis ikan akan berbeda.

          Tipe mulut ikan berdasarkan bentuknya:
a.       Mulut Penghisap, yaitu mulut yang memiliki ciri dengan bibir yang melebar dan menebal.
b.      Mulut berparuh, yaitu mulut yang memiliki ciri mulut yang meruncing atau tumpul, sebagai modifikasi dari bibir atau rahang.
c.       Mulut biasa, dimana perbedaan yang tidak terlalu jauh dari rongga mulut pada bagian atas dan bawah.

Tipe mulut ikan berdasarkan letaknya:
a.       Terminal
Pada umumnya mulut ikan terletak di ujung kepala menghadap ke depan yang di namakan tipe terminal. Contohnya ikan-ikan pelagik.
b.      b.    Sub terminal
Ikan yang mulutnya terletak sejajar kepala menghadap ke depan. Biasanya ikan yang memiliki tipe mulut sub terminal yaitu ikan bagian dasar.
c.       Superior
Tipe mulut superior adalah mulut yang terletak di bawah kepala menghadap ke bawah. Mulut tipe superior mendapatkan makanan dari permukaan atau menunggu pada dasar perairan untuk menangkap mangsa yang lewat di atasnya. Contohnya ikan beta picta.
d.      Inferior
Ikan yang menelan sepotong kecil makanan biasanya mempunyai bibir yang relatip kecil tanpa modifikasi. Pada ikan yang mendpatkan makanan dengan cara mengisap, mereka mempunyai mulut tipe inforior dan bibir yang berdaging tebal. Inferior merupakan tipe mulut ikan yang terletak di bawah kepala menghadap ke bawah. Contoh ikan yang memiliki tipe inferior adalah ikan patin.
**
Sebagai tambahan, pada bagian mulut juga sering kali dilengkapi dengan sungut yang bentuk dan jumlahnya sangat bervariasi. Sungut ini berfungsi sebagai alat peraba ketika ikan tersebut mencari makan. Sungut di lengkapi dengan saraf, untuk menemukan makanan di antara material yang lunak.

Di dalam mulut sebagian ikan terdapat gigi rahang yang juga berperan dalam sistem pencernaan. Berdasarkan bentuknya gigi rahang dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, yaitu:
a.       Gigi cardiform berbentuk pendek, tajam dan runcing. Contohnnya pada famili Ictaluridae dan serranidae.
b.      Gigi filiform mirip dengan gigi cardiform, hanya lebih panjang dan memberikan gambaran seperti rumbai-rumbai, misalnya pada belone dan pterois.
c.       Gigi canine menyerupai gigi anjing bentuknya panjang dan mengerucut, lurus atau melengkung dan disesuaikan untuk mencengkram.
d.      Gigi incisor mempunyai pinggiran yang tajam yang disesuaikan untuk memotong.
e.      Gigi molariform mempunyai permukaan rata digunakan untuk menumbuk dan menggerus.
      2.       Esofagus
Esofagus berbentuk kerucut, pendek, mempunyai kemampuan untuk menggelembung, terdapat di belakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Pinggiran esophagus terdiri dari epithelium yang berlapis-lapis dan columnar, dengan serjumlah sel atau kelenjar lender. Dinding esophagus dilengkapi secara khusus dengan lapisan otot bergaris yang circular dan longitudinal. Kantung esophagus berfungsi sebagai penghasil lendir.
      3.       Lambung
Pada ikan pemakan ikan lambung semata-mata berbentuk memanjang seperti pada ikan gabus (ophiocephalus striatus), pada ikan belanak (Liza subhiridis) lambung bermodifikasi menjadi alat penggiling, lambung tersebut berukuran kecil, tetapi dindingnya sangat tebal dan berotot. Sebagian besar ikan mempunyai lambung.
      4.       Usus
Pada ikan karnifora usunya berukuran pendek, hal ini disebabkan karena makanan berdaging dapat dicerna dengan lebih  mudah daripada tumbuhan. Sebaliknya usus ikan herbifora panjang dan teratur di dalam satu lipatan atau kumparan misalnya ikan nilem, Osteochilus hasellti.
      5.       Anus
Adalah saluran pembuangan akhir zat sisa makanan yang telah dicerna oleh ikan sepertihalnya pada hewan-hewan lain ataupun manusia.



Untuk mendownlod artikel dalam bentuk Ms.Word, KLIK DISINI
atau DISINI

Sistem Reproduksi Ikan (Sistem Anatomi Ikan)







Reproduksi pada ikan seperti halnya pada mahluk hidup lainnya, adalah suatu proses alamiah dalam rangka pengelakan spesies. Reproduksi adalah suatu proses makhluk hidup dalam usaha pengabdian spesies dan proses pemunculan spesies dengan ciri atau sifat yang merupakan kombinasi perubahan genetik. Ikan mengembangkan berbagai strategi reproduksi untuk mencapai keberhasilan reproduksi. Disini organ-organ yang terkait dengan proses reproduksi sangat berperan. Hal ini berhubungan dengan kondisi lingkungan perairan tempat hunian ikan. Perubahan lingkungan akan memberikan efek yang berbeda pada spesies ikan yang berbeda. Beberapa jenis ikan bahkan melakukan perjalanan ruaya yang jauh untuk memijah. Pemijahan yang tepat tempat dan tepat waktu untuk  kepastian keberhasilan reproduksi terkait erat dengan peran sistem endoktrin.

Berdasarkan tipe-tipe reproduksi dan seksualitas, ikan dapat di bedakan menjadi 3 tipe, yaitu :

·         Biseksual
Biseksual dapat di artikan sebagai jenis ikan yang memiliki dua kelamin dalam satu spesies atau dengan kata lain dapat di bedakan menjadi jantan dan betina. Pembedaan ini dapat dilakukan dengan melihat ciri seksual primer dan sekunder nya. Ciri seksual primer hanya bisa di lihat dengan melakukan pembedahan. Ciri seksual primer hanya dapat ditandai oleh organ yang berhubungan langsung dengan proses reproduksi; yaitu testis dan saluran pada ikan jantan, dan ovarium dan saluranya pada ikan betina. Sedangkan ciri seksual sekunder dapat dibedakan oleh dimorfise seksual atau melihat ciri morfologi dari ikan tersebut dan dikromatisme seksual dengan melihat warna dari ikan tersebut.

·         Uniseksual
Uniseksual dapat diartikan sebagai organisme yang berkelamin tunggal. Pada beberapa spesies ikan penentuan kelamin lebih mudah dilakukan karena semua individu berkelamin betina. Contoh yang tepat mengenai fenomenan ini adalah kelompok ikan molly-amazon (Poecillia formosa) merupakan ikan yang ditemukan pertama kali sebagai ikan yang berkelamin betina. Molly-amazon bertindak sebagai parasit seksual terhadap dua spesies lain dari genus yang sama. Sperma dari jantan dari jenis ikan inang diperlukan untuk mengaktifkan perkembagan telur-telur molly-amazon, tetapi penyatuan kromosom jantan dan betina tidak terjadi sehingga hanya terbentuk betina yang secara genetik seragam. Pembentukan keturunan unuseksual ini disebut dengan partenogenesis (partenos,perawan, dan genesis, kejadian). 

·         Hermaprodit
Hermaprodit dapat diartikan sebagai sebuah organisme yang memiliki kelamin ganda. Hermaprodit dapat dibedakan menjadi tiga tipe yaitu hermaprodit singkroni, hemaprodit protandi, dan hemaprodit protogini. Hermaprodit singkroni adalah golongan ikan yang gonadnya terdapat sel kelamin jantan dan betina yang dapat aktif secara bersamaan. Hemaprodit protandi adalah golongan ikan yang dalam hidupnya mengalami perubahan jenis kelamin dari jantan menjadi betina misalnya ikan black  porgy, ikan ini pada umur tiga tahun berubah dari kelamin jantan ke betina. Hermaprodit Protogini adalah golongan ikan yang dalam hidupnya mengalami perubahan dari jenis betina menjadi jantan misalnya Labroides dimidiatus.

Organ reproduksi ikan dinamakan dinamakan gonad. Pada ikan jantan gonad disebutt dengan testis, pada ikan betina disebit dengan ovarium.
-          Testis (gonad jantan) bersifat internal dan bentuknya memanjang (longitudinal) pada umumnya berpasangan. Beratnya bisa mencapai 12 % atau lebih dari bobot tubuhnya. Kebanyakan testis berwarna putih atau kekuningan.
-          Ovarium berbentuk longitudinal. Letaknya internal dan biasanya berjumlah sepasang. Jika dalam keadaan matang ovarium bisa mencapai 30-70% dari berat tubuhnya. Warnanya pun berbeda-beda, sebagian besar berwarna keputih-putihan dan menjadi kekuning-kuningan pada waktu matang. Kematangan testis dan ovarium dipengaruhi oleh umur, spesies dan, ukuran.

Ikan memiliki siklus reproduksi yang berbeda satu dengan lainya misalnya saja ikan salmon (Onchorhynchud ), lamprey laut ( Petromyzon marinus) dan sidat ( Anquilla ) yang bereproduksi satu kali dalam hidupnya. Ada juga ikan yang bereproduksi empat minggu sekali contohnya Ikan seribu (Lebistes reticulatus). Namun ada juga ikan yang memijah dua sampai tiga kali dalam setahun misalnya ikan mujair (Oreochromis mossambicus).

Dalam pemijahan ikan memiliki tempat pemijahan yang berbeda-beda, Diantaranya:
1.      Memijah pada dasar perairan yang berbatu disebut golongan ikan Litophil.
2.      Memijah pada pasir disebut golongan ikan Psamophil.
3.      Memijah pada kolam air pada kolam terbuka disebut golongan ikan Pelagophil.
4.      Memijah pada cangkang yang telah mati biasanya disebut golongan ikan Ostrachophil.

Berdasarkan tempat embrio berkembang dan tempat terjadinya pembuahan digolongkan menjadi tiga tipe, yaitu:
1.      Ovivar (bertelur)
Golongan ikan ovivar adalah ikan yang mengeluarkan telur pada saat pemijahan, sebagian besar jenis ikan termasuk golongan ini. 
2.      Vivipar (beranak)
Golongan ikan vivipar adalah ikan yang perkembangan embrionya berada dalam tubuh induknya dan perkembangan embrionya dipengaruhi oleh tali plasenta, contohnya beberapa ikan elasmobranchii.
3.      Ovovivipar (bertelur beranak)
Golongan ikan ovovivipar adalah golongan ikan yang perkembangan embrionya berada dalam tubuh, namun perkembangan embrionya tidak dipengaruhi oleh tali plasenta, namun oleh kuning telur, contohnya ikan rockfish (Scorpaenidae).

Perkembangan embrio diawali saat proses impregnasi, yaitu saat sel jantan memasuki sel telur. Fertililasi sel telur dikatakan sempurna ketika inti sel telur dan spermatozoa menyatu dalam sitoplasma telur, persatuan kedua inti sel tersebut mengakhiri proses pembuahan dan membentuk zigot. Tahap perkembangan embrio ikan dimulai dari Morula, Blastula, Gastrula, dan Organogenesis.



Untuk download artikel dalam bentuk Ms.Word, KLIK DISINI

Anatomi Ikan (Anatomi adalah)



Bagi kalian yang belum tau apa itu anatomi di posting kali ini akan sedikit dibahas mengenai apa itu Anatomi. Anatomi berasal dari bahasa Yunani ἀνατομία anatomia, dari ἀνατέμνειν anatemnein, yang berarti memotong. Anatomi adalah adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Anatomi hewan juga disebut sebagai anatomi perbandingan atau morfologi hewan jika mempelajari struktur berbagai hewan, dan disebut anatomi khusus jika hanya mempelajari satu jenis hewan saja contohnya Anatomi Ikan berarti hanya mempelajari tentang ikan saja.

DEFINISI IKAN (PISCES)















Bertulang belakang (termasuk vertebrata), habitatnya perairan, bernapas dengan insang (terutama), bergerak dan menjaga keseimbangan tubunya menggunakan sirip-sirip, bersifat poikilotermal.

MORFOLOGI (Bentuk Tubuh) IKAN
Bervariasi sekali, tetapi morfologi dasarnya adalah terdiri dari kepala, badan, dan ekor, serta bentuk umumnya yaitu : bilateral simetri, dan nonsimetri.

SISTEM ANATOMI PADA IKAN

Ada 10 sistem anatomi pada tubuh ikan :
1.    Sistem penutup tubuh (kulit) : antara lain sisik, kelenjar racun, kelenjar lendir,dan  sumber-sumber pewarnaan.
2.    Sistem otot (urat daging): - penggerak tubuh, sirip-sirip, insang.
                                            - organ listrik.
3.    Sistem rangka (tulang) : tempat melekatnya otot; pelindung organ-organ dalam dan penegak tubuh.
4.    Sistem pernapasan (respirasi): organnya terutama insang; ada organ-organ tambahan.
5.    Sistem peredaran darah (sirkulasi) :  - organnya jantung dan sel-sel darah.
                                                            - mengedarkan O2, nutrisi, dsb.
6.    Sistem pencernaan : organnya saluran pencernaan dari mulut – anus.
7.    Sistem saraf : organnya otak dan saraf-saraf tepi.
8.    Sistem hormon : kelenjar-kelenjar hormon; untuk pertumbuhan, reproduksi, dsb.
9.    Sistem ekskresi dan osmoregulasi : organnya terutama ginjal.
10. Sistem reproduksi dan embriologi : organnya gonad jantan dan betina.

Terdapat hubungan yg sangat erat antara ke 10 sistem anatomi tersebut jika salah satu sistem tidak berfungsi dengan semestinya maka akan mengakibatkan keterhambatan bahkan kematian, salah satu contoh keterkaita tersebut adalah :
- menentukan cara bergeraknya mempengaruhi bentuk tubuh
- sistem urat daging dan sistem rangka
- O2 dari perairan ditangkap oleh sistem pernafasan dan peredaran darah dibawa ke seluruh tubuh melalui
   darah-darah, dipertukarkan dg CO2.



Untuk download artikel dalam bentuk Ms.Word, KLIK DISINI

Sistem Rangka Ikan (Sistem Anatomi Ikan)




Rangka sangatlah penting bagi makhluk hidup, dengan adanya sistem rangka maka tubuh makhluk hidup bisa tegak berdiri, menunjang atau menyokong organ tubuh dan lain sebagainya.
Fungsi Rangka

 Ø  Menegakkan tubuh
 Ø  Menunjang atau menyokong organ-organ tubuh
 Ø  Melindungi organ-organ tubuh
 Ø  Pembentukan butir darah merah 

Jenis Tulang
Terdapat 2 jenis tulang, yaitu sejati dan tulang rawan. Seluruh rangka Elasmobranchii terdiri dari tulang rawan, sedangkan Osteischthyes terdiri dari tualang sejati. Tulang Osteichthyes awalnya terbentuk dari tulang rawan, kemudian materinya menjadi tulang sejati dalam bentuk khusus melalui proses osifikasi.
Bentuk Tubuh Ikan
Pada umumnya ikan berbentuk bilateral simetris, namun ada juga ikan yang berbentu non bilateral simetris, contohnya ikan ilat-ilat. Selain itu juga ada ikan yang berbentuk :
 
     1. Torpedo, contohnya : ikan tuna

  2.  Pipih/kompresed, contohnya : ikan mas

        3.  Picak/depresed, contohnya : ikan lele
  4.  Berbentuk seperti mengular, contohnya : belut, sidat 

Rangka pada ikan yang dibedakan berdasarkan letak dibagi menjadi 4 :
     1.       Rangka Eksternal
     2.       Rangka Membranous
     3.       Rangka Axial
     4.       Rangka Appendicular
Berikut penjelasannya :
    1.       Rangka Eksternal adalah rangka yang terdapat pada kulit seperti sisik, jari-jari sirip, drivat sisik yang terdapat pada kulit ikan bertulang sejati, jari-jari sirip ikan bertulang rawan, jaringan penghubung kulit, otot, tulang, dan cartilago.
      2.       Rangka Membranous terdiri dari:


             -          Perineural
             -          Perinerium
             -          Perichondrium
             -          Periosteum
             -          Perimysium (menyeliputi otot)
             -          Peritoneum (menutupi organ tubuh)
             -          Pericardium (menutupi jantung)
             -          Tendons
             -          Mesenterium
       3.       Rangka Axial adalah rangka yang sejajar dengan sumbu axial, yang meliputi:
            1)      Tengkorak
            2)      Tulang belakang
            3)      Tulang rusuk
            4)      Tulang intermuscular
Berikut penjelasannya:
      1)      Tengkorak
Pada dasarnya perkembangan embrionik tengkorak ikan berasal dari 3 sumber, yaitu :
      1.       Chondrocranium (neorocranium) : pembungkus otak yg pada mulanya berasal dari tulang rawan diganti menjadi tulang sejati
     2.       Dermocranium : tulang tengkorak yang asalnya di buat dari sisik yang berfusi dalam dermis. Kemudian bersatu dengan chondrocranium sebagai bahan dari tengkorak
     3.       Splanchnocranium : tulang tengkorak yg berasal dr rangka visceral dan kebanyakan kelak menjadi tulang pipih pada tengkorak.

    Tengkorak Ikan Elasmobranchii
Pada ikan elasmobranchi mempunyai tengkorak yang dibentuk dari rangka rawan hingga batas bagian-bagiannyatidak nyata. Sebaliknya , ikan teleostei mempunyai rangka yang sudah terossifikasi dengan baik hingga batas bagian-bagiannya muudah terlihat.
Ikan elasmobranchii, tulang tengkorak terdiri dari chondrocranium yang terdiri dari neurocranium sebagai pelindung otak dan dua pasang kasul sensory (telinga dan mata), dan branchicranium atau lengkung visceral yang dasarnya berjumlah delapan berikut drivat-drivatnya, yaitu : rahang atas (pterygoquadrate) dan rang bawah (rawan Mackel atau mandibular) yang masing-masing merupakan modifikasi lengkung visceral ke-dua; tulang hyoid, yang diduga merupakan modifikasi lengkung visceral ke-tiga, terletak di sebelah belakang rahang bawah; lengkung visceral IV sampai VIII yang menjadi lengkung insang I s/d V. Lengkung visceral I telah hilang dan berubah menjadi rawan labial (gambar 27). 
Tengkorak Ikan Teleostei
                Pada ikan teleostei, setelah kulit dan otot yang melekat dibuka maka akan terlihat neurocranium dan branchiocranium, yang terdiri dari:
     a)      Tulang supra-occipital, terletak kira-kira sebelah atas foramen magnum atau lubang syaraf medula oblongata yang berhubungan dengan vertebra.
     b)      Tulang parietal, merupakan atap tengkorak yang paling posterior terletak di anterior tulang supra-occipital.
     c)       Tulang frontal, di anterior tulang parietal di atas mata sampai bagian atas anterior mata.
     d)      Pre-frontal, tulang kecil di anterior tulang frontal.
     e)      Tulang nasal, terletak di anterior tulang frontal di antara kedua lubang hidung (nares).
    f)       Tulang rahang atas, terdiri dari tulag-tulang pre-maxilla (bibir atas) di aterior tulang nasal; maxilla, terletak di sebelah belakang pre-maxilla.
    g)      Tulang rahang bawah, terdiri dari tlang-tulang dentary atau tulang rahang bawah bagian anterior; articular, di sebelah posterior tulang dentary; dan angular, tulang kecil di bawah tulang articular.
     h)      Tulang qudrate, posterio-dorsal tulang articular, berpasangan.
     i)        Tulang pteygoid, bagian tulang pipi, terletak di antara tulang Qudrate dan maxilla, di bawah mata.
     j)        Tulang metapterygoid, di posterior tulang pterygoid dan di anterior tulang quadrate.
     k)      Lachrymal, besar, terletak anterior-ventral rongga mata di antara tulang maxilla dan tulang nasai.
     l)        Circum orbital, merupakan tulang rongga mata sebelah ventral.
    m)    Tulang pro-otic, tulang kapsul telinga terletak di posterior circum orbital.
     n)      Tulang hyomandibular, besa, terletak di atas tulang metapterygoid.
     o)      Tulang sphenotic, bagian kapsul telinga di atas hyomandibular di bawah tulang frontal, kecil.
     p)      Tulang epiotic, bgian kapsul telinga di posterior-dorsal sphenotic, kecil.
     q)      Tulang pterotic, bagian kapsul telinga di bawah epiotic di atas operculum.
     r)       Tulang symplectic, tulang kecil di ujung bawahhyomandibular.
    s)       Tulang-tulang tutup insang, terdiri dari: pre-operculum atau tutup insang anterior, di posterior tulang hyomandibular; operculum, besar dan pipih di posterior pre-operculum; sub-operculum; terletak di posterior operculum, lebih kecil dan interior-operculum terletak di bawah operculum dan pre-operculum.

    2)      Tulang belakang dan Tulang rusuk
Tulang punggung berkembang dari sclerotome yg terdapat di sekeliling notochorda dan batang saraf. Tiap-tiap pasang sclerotome berkembang menjadi 4 pasang rawan yang disebut arculia. Basidorsal (arculia yg terletak diatas notochorda dan yg didepan) akan berkembang menjadi cucuk neural dan basiventral (arculia yg terlatak di bawah notochorda dan yg di bawah) akan berkembang menjadi cucuk haemal.

 Ø  Berdasarkan pembentukannya, ada 2 macam tulang punggung :
   a.       Monospondyly : di bentuk dari persatuan interdorsal dan interventral suatu somite dengan basidorsal dan basiventral somite dibelakangnya. Jika berhasil akan membentuk centrum.
    b.      Diplospondyly : jika tahap di atas gagal maka dalam satu somite akan terbentuk 2 ruas tulang punggung. Misalnya pada ikan amia
 Ø  Tulang punggung di badan berbeda dengan di ekor. Tiap-tiap ruas di badan dilengkapi oleh sepasang tulang rusuk kiri dan kanan. Pada ekor tiap ruasnya di bagian bawah hanya terdapat 1 cucuk haemal dan diatas terdapat cucuk neural.

   4.       Rangka Appendicular
Yang termasuk dalam rangka appendicular pada ikan adalah tulang penyokong sirip berikut pelekatnya. Rangka appendicular sirip dorsal dan sirip anal ikan-ikan teleostei adalah tulang pterygyophore, yang terdiri dari pterygyphore proximal (axonost), terdapat diantara duri neural atau hemal; pterygyophore intermediate di sebelah luarnya; dan pterygyophore distal (baseost), terletak di paling luar yang berhubungan dengan jari-jari sirip.
Pada ikan Elasmobranchii, sirip dorsal dan sirip anal ditunjang oleh rangka rawan, yang terdiri dari rawan basalia, yang berdekatan dengan vertebra dan rawan radial di dekat jari sirip. Rangka appendicular sirip pectoral ikan elasmobranchii berupa rawan coraco-scapular yang kuat berbentuk huruf U, terdiri dari sepasang coracoid pada bagian ventral tempat melekat sirip pada ujungnya, scapular di bagian atas coracoid dan suprascapular pada bagian paling ujung. Pada ikan teleostei, rangka appendicular sirip pectoral terdiri dari rangka rawan, yaitu sepasang coracoid; scapular; dan radialia, yng berhubungan langsung dengan jari-jari sirip, dan dari rangka dermal yaitu cleitrum; supra-cleitrum di atasnya; dan post-cleitrum di bagian posterior
Sirip vetral ikan elasmobranchii ditunjang oleh tulang rawan pelvic; tulang basipterigium terdapat dibawahnya, tempat menempel sirip ventral; dan raawan bsal (axial) yang merupakan lanjutan dari basipterigium. Pada ikan elasmobranchii jantan dewasa, rawan basal (axial) tersebut dilengkapi dengn alat bantu kopulasi yang disebut Clasper. Pada ikan teleostei, sirip ventralmenempel pada tulang-tulang basipterygium, yang bagian anteriornya berhubungan dengan tulang cleithrum dari sirip pecyoral.



Biar engga cape CoPas ke word, download aja artikelnnya dalam bentuk Ms.Word, KLIK DISINI

FeedLangganan Artikel Terbaru BC via Email

» Cek Email Anda untuk konfirmasi berlangganan

Entri Populer