interesting books

Hermaproditisme


     Hermaproditisme

Satu individu ikan dikatakan Hermaprodit apabila di dalam tubuhnya terdapat jaringan ovarium yang dikenal sebagai penentu individu betina dan juga terdapat jaringan testes yang kita kenal juga sebagai jaringan penentu individu jantan. Berdasarkan perkebangan ovarium dan atau testes pada individu ikan tersebut dapat di tentukan macam hermaprodiitismenya.

Ada 3 macam hermaprodit pada ikan yang telah diketahui:
                   1)      Hermaprodit sinkroni
                   2)      Hermaprodit protandri
             3)   Hermaprodit protogini




SEKSUALITAS PADA IKAN (BIOLOGI PERIKANAN)


SEKSUALITAS PADA IKAN




      Seksualitas Pada Ikan dipelajari dalam mata kuliah Biologi Perikanan. Di dalam nya menjelaskan tentang segala sesuatu tentang Seksualitas Pada Ikan.

Pengertian dari Ikan Betina dan Ikan jantan.
Ikan Jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma dan ikan betina ialah ikan yang mempunyai organ penghasil sel telur.
Apabila dalam suatu populasi terdiri dari ikan-ikan yang berbeda seksualitasnya, maka populasi demikian disebut populasi yang heteroseksual. Di alam terdapat pula populasi ikan yang terdiri dari ikan betina saja, populasi ini dinamakan populasi monoseksual (uniseksual).

Ada banyak macam sex pada jenis ikan-ikan tertentu yang diataranya adalah:
      1.      Hermaprodit sinkroni
      2.      Hermaprodit Protandri
      3.      Hermaprodit Protogini
      4.      Gonokorisme
       



Kontaminasi dan Sterilisasi dalam Praktikum



Udah lama nih ga nge-Post di blog kesayangan, hehe... Oke langsung aja, sekarang GPS mau sedikit mengulas mengenai Kontaminasi dan Sterilisasi. Sebelum praktikum, apalagi praktikum yang berhubungan dengan Mikroba contohnya sangat penting bagi kita untuk mengetahui apa itu Kontaminasi dan apa itu Sterilisasi.
Mudah-mudahan bermanfaat dan sangat ditunggu keritik dan saran dari sobat GPS melalui komentarnya, agar GPS bisa lebih baik lagi ^^

Kontaminasi adalah
Kontaminasi adalah terjadinya pencemaran oleh kontaminan. Komponen yang menjadi penyebab kontaminasi sangat beragam, baik yang berupa benda mati atau mahluk hidup. Kotoran dan senyawa kimia merupakan benda mati yang berperan sebagai kontaminan, sedangkan mikroba merupakan kontaminan berupa mahluk hidup. Kontaminasi sering terjadi dalam berbagai tahapan kegiatan. Dalam mikrobiologi perairan, kontaminasi umumnya disebabkan oleh kehadiran mikroba yang tidak diharapkan. Ikan, produk perikanan, pekerja dan peralatan yang digunakan dapat mengalami kontaminasi oleh mikroba yang tidak diinginkan kehadirannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi terjadinya kontaminan adalah sterilisasi, baik terhadap bahan, peralatan atau pekerja yang terlibat.
Sterilisasi adalah
Sterilisasi adalah suatu cara untuk mendapatkan suatu kondisi bebas mikroba atau setiap proses yang dilakukan baik secara fisika, kimia, dan mekanik untuk membunuh semua bentuk kehidupan terutama mikroorganisme. Dalam bidang mikrobiologi baik dalam pengerjaan penelitian atau praktikum, keadaan steril merupakan syarat utama berhasil atau tidaknya pekerjaan kita dilaboratorium. Pengetahuan tentang prinsip dasar sterilisasi dan cara pengerjaannya sangat diperlukan untuk praktikan sebelum memulai percobaan dengan bahan yang sebenarnya, aga didapat hasil yang sesuai dengan yang diharapkan. Metoda sterilisasi yang dilakukan diupayakan berlangsung secara cepat dan efisien sesuai dengan prosedur agar dapat meminimalkan atau menghilangkan potensi kontaminasi mikroba seefektif mungkin. Proses sterilisasi yang tidak sempurna dapat menyebabkan munculnya kontaminasi mikroba baik yang berasal dari peralatan tersebut atau kontaminasi mikroba dari lingkungan. Teknik sterilisasi yang digunakan berbeda antara satu dengan lainnya, tergantung dari jenis material yang digunakan. Pada umumnya proses sterilisasi dapat dilakukan secara kering dan basah sesuai dengan jenis bahan yang akan disterilisasi. Untuk peralatan yang terbuat dari logam dan gelas tahan panas dapat dilakukan sterilisasi kering. Bahan yang tidak tahan panas, seperti media kaldu dan media agar, proses sterilisasinya dilakukan secara basah. Bahan berbentuk cair seperti larutan gula, garam fosfat, ammonium, trace metal, vitamin, dapat disterilisasi menggunakan pemanasan dan penyaringan.

MIRIS!! KISAH SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG KARENA KELAPARAN , DAN HAKIM MENANGIS SAAT MENJATUHKAN VONIS


MIRIS!! KISAH SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG KARENA KELAPARAN , DAN HAKIM MENANGIS SAAT MENJATUHKAN VONIS



Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya kelaparan ...

Namun manajer PT X** ( Y ** grup ) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya.

Hakim Marzuki menghela nafas., dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, 'maafkan saya', katanya sambil memandang nenek itu,.

Saya tidak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tidak mampu membayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU'.
Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki mencopot topi , membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang sejumlah 1jt rupiah ke dalam topi tersebut dan berkata kepada hadirin...

"Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yang membiarkan seseorg kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya....

" Sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa ." 
Sampai palu diketuk dan hakim Marzuki meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3,5jt rupiah...

Termasuk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT X *** yang tersipu malu karena telah menuntutnya.

Sungguh sayang kisahnya luput dari pers.

Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yang bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media untuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain agar bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki yang berhati mulia.

Semoga dapat menjadikan teladan bagi kita semua.


sumber: 
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10151442091205180&set=a.10151003181825180.480702.327342750179&type=1
Ditulis oleh Adrian Marnoto, Wednesday, January 23 - Rating: 4.5

Kecelakaan Beruntun Di Sumedang, Sopir Melarikan Diri



Berita ini saya dapet dari posting hari 

Kamis, 24 Januari 2013 | 20.19


Dari informasi dari korlantas polri, yang saya dapat Kecelakaan beruntun terjadi di Jl Raya Sumedang-Cirebon tepat di depan RM Joglo Cimalaka pada Kamis (24/1) sekitar pukul 17.50 WIB. Kecelakaan melibatkan 15 kendaraan, diantaranya 11 mobil, 3 motor, 1 truk bermuatan batu bara. 

Menurut Informasi yang diterima dari Kasatlantas Polres Sumedang, AKP Adanan Mangopang. Saat itu truk tronton bermuatan Batu Bara dengan nopol B 9395 WV yang melaju dari arah Cirebon ke Bandung itu tiba-tiba mengalami rem blong hingga kehilangan kendali dan menabrak kendaraan di depannya termasuk kendaraan yang datang arah berlawanan. 

Sebelum berhenti truk juga menabrak dinding tanah hingga oleng. Sampai berita ini diturunkan sopir truk dalam pencarian petugas kepolisian karena melarikan diri ke arah hutan, menghindari amuk masa. 

Informasi saat ini tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan kendaraan saja namun lalu lintas mengalami kemacetan panjang.  Korban luka kini dibawa ke RS terdekat.


Sumber: ntmc-korlantaspolri.blogspot.com

Faktor yang mempengaruhi Ginogenesis


Faktor yang mempengaruhi Ginogenesis diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Kejut Suhu
Keberhasilan ginogenesis melalui perlakuan kejutan suhu sangat dipengaruhi oleh suhu kejutan, waktu kejutan dan lama kejutan.
2. Kondisi Lingkungan
Gagalnya proses pembuahan pada telur juga terjadi akibat kondisi dari lingkungan tempat penetasan itu sendiri yakni tingkat aerasi yang kurang serta dibiarkannya telur-telur tersebut bergerombol di satu titik pada permukaan lempeng kaca. Seperti yang kita tahu bahwa sifat dari telur ikan adalah mudah menempel antar sesama telur, sehingga proses pembuahan akan terhambat bahkan mati akibat kurangnya pasokan oksigen pada masing-masing telur tersebut (Woynarovich and Horvath, 1980). Selain itu suhu lingkungan juga mempengaruhi tingkat keberhasilan penetasan telur, suhu yang diperlukan bagi penetasan telur adalah suhu hangat (Effendie,1997) . 
3. Penuruhan suhu secara drastis
Gagalnya proses ginogenesis terjadi pada saat telur siap menetas dan tiba-tiba kondisi suhu di dalam Hatcheri mengalami penurunan yang drastic sehingga telur yang telah siap menetas langsung terkena jamur yang langsung menyebar pada penebaran telur yang terlalu padat sehingga telur-telur yang mati sangat mudah karena berdempetnya masing masing telur pada substrat.

Langkah melakukan Ginogenesis


Untuk mendapatkan benih ikan yang monosex secara ginogenesis ada beberapa perlakuan yang dapat dilakukan yakni antara lain:
1.      Penyinaran sperma dengan sinar ultraviolet
Sebelum sperma dicampur dengan sel telur (pemijahan buatan) sperma tersebut diberi perlakuan penyinaran dengan sinar UV. Hal ini dilakukan untuk merusak bahan genetik sperma. Komposisi kimiawi sperma pada plasma inti (nukleoplasma) diantaranya adalah DNA, Protamine, Non Basik Protein. Sedangkan seminal plasma mengandung protein, potassium, sodium, calsium, magnesium, posfat, klarida. Sedangkan komposisi kimia ekor sperma adalah protein, lecithin dan cholesterol (Gusrina, 2008).
Sinar ultraviolet dengan panjang gelombang di bawah 300 nm dapat diserap secara kuat oleh bahan biologi tertentu, terutama asam nukleat, protein, dan koenzim. Tetapi sinar ini tidak sampai mengionisasi atom-atom dan molekulnya disamping itu kemampuan sinar ultraviolet untuk menembus bahan sangat terbatas. Walaupun sinar ultraviolet yang dapat masuk ke bahan biologi tersebut sedikit, tetapi hampir semua diserap. Hal ini berarti efisiensi penyerapan sinar ultraviolet olleh bahan-bahan biologi sangat tinggi. Pada panjang gelombang hingga 260 nm sinar UV dapat merusak fungsi pirimidin AND yang merupakan bahan genetic sperma. Walapun sperma diradiasi namun tidak sampai merusak kemampuannya untuk bergerak dan membuahi telur. Dengan demikian sperma ini masih mampu untuk memicu untuk terjadinya pembuahan dan perkembangan telur.
2.      Perlakuan kejut suhu
Setelah sperma diberi perlakuan penyinaran kemudian dicampur dengan sel telur dan dilepaskan dalam air agar terjadi pembuahan. Setelah pembuahan terjadi kemudian telur yangterbuahi tersebut diberi kejutan lingkungan. Hal ini dapat berupa kejut suhu atau dengan tekanan hidrostatis. Perlakuan dengan tekanan hidrostatis memerlukan peralatan yang rumit, mahal sehingga suli untuk diterapkan telur dalam jumlah banyak namun metode ini efektif untuk memproduksi tingkat heterozigositas nol persen. Kejut suhu lebih praktis dalam penggunaannya sehingga bisa diterapkan pada jumlah yang banyak. Kejut suhu dimaksudkan untuk pencegahan keluarnya polar body II telur pada saat terjadi pembelahan miosis kedua atau pencegahan pembelahan sel setelah duplikasi kromosom pada saat terjadi pembelahan mitosis pertama sehingga jumlah kromosom telur mengganda lagi pada awal perkembangan zigot (Nagy et al:, 1978). Kejut suhu disini berupa kejutan panas dan kejutan dingin. Pemberian kejutan panas lebih singkat periodenya dibandingkan dengan kejut dingin.
Pada saat oogenesis (proses pembentukan sel telur hingga siap untuk ovulasi), sel telur belumlah dalam keadaan 2N  melainkan 4N. Saat pembelahan sel miosis I terjadi,saat itu dikatakan  sel telur telah matang. Saat itulah ada "loncatan" polar body I (2N), sehingga sel telur yang awalnya 4N menjadi 2N. Pembelahan sel secara miosis, ada pengurangan set kromosom menjadi setengah dari semula. Perbedaannya dengan pembelahan sel mitosis (pembelahan yang ditandai dengan penggandaan atau perbanyakan jumlah sel).
Satu buah sel telur yang memiliki dua set kromosom (2N) dan satu buah sel sperma memiliki satu set kromosom (1N). Jika keduanya kita pasangkan, maka terjadilah pembuahan. Setelah sel telur dibuahi oleh sperma, maka satu set kromosom sperma memasangkan diri terhadap satu set kromosom pada sel telur. Dan sebagai akibatnya, ada satu set kromosom sel telur yang tidak mendapatkan pasangan. Itulah yang kemudian dipahami oleh beberapa peneliti, bahwa polar body II yang berisi satu set kromosom (1N) akan "ke luar" dari sistem. Satu set yang tidak memiliki pasangan kromosom itu akan  ter denaturasi. Dengan terjadinya, maka sel telur yang sudah dibuahi tersebut, kembali pada kondisi normal (2N) dan menyiapkan diri untuk melakukan proses berikutnya; yakni pembelahan sel mitosis.
Jika proses keluarnya polar body II kita ganggu dengan kejut suhu di atas hingga mengalami kegagalan, maka tentu saja sel telur yang sudah dibuahi itu akan tetap memiliki tiga set kromosom; dua set dari sel telur dan satu set dari sel sperma. Inilah yang kemudian kita kenal sebagai triploid atau individu yang memiliki tiga set kromosom (3N). Karena materi genetic sperma telah rusak maka yang akan berkembang dan mengalami pembelahan hanya pada set kromosom telur dari induk betina. Oleh karena itu ginogenesis hanya akan menghasilkan anakan yang sama dengan sifat induknya jika metode ini berhasil.
Ginogenesis dapat digunakan untuk pemurnian ikan menggantikan teknik perkawinan sekerabat.  Menurut Rohadi, D. S, (1996) dengan ginogenesis buatan dapat menghasilkan ikan bergalur murni dengan sifat homozigositas. Hasil pemurnian ikan dengan metode ginogenesis selama satu generasi sama dengan hasil tujuh sampai delapan generasi perkawinan sekerabat sedangkan homozogositassatu generasi ikan ginogenesis sama dengan homozigositas tiga generasi ikan hasil perkawinan sekerabat. Keberhasilan dari metode ini ditentukan oleh umur zigot, lama waktu kejutan dan suhu kejutan panas yang digunakan. Lamanya kejutan suhu, pemilihan waktu yang tepat serta suhu perlakuan yang tepat adalah spesifik atau khas untuk masing-masing jenis ikan.

Ginogenesis

Halo sobat GPS, uda lama ga share ilmu... :D Nahh kali ini kita bahas sedikit tentang Ginogenesis nih sob, bagi kalian yang hobi di masala bididaya ikan, mungkin ini bisa bermanfaat. :) langsung ke TKP ....

Ginogenesis adalah proses terbentuknya zigot dari gamet betina tanpa kontribusi dari gamet jantan. Dalam ginogenesis gamet jantan hanya berfungsi untuk merangsang perkembangan telur dan sifat-sifat genetisnya tidak diturunkan. Ginogenesis dapat terjadi secara alami dan buatan. Nagy et al,. 1978, menyebutkan ginogenesis adalah terbentuknya zigot 2n (diploid) tanpa peranan genetik gamet jantan. Jadi gamet jantan hanya berfungsi secara fisik saja, sehingga prosesnya hanya merupakan perkembangan pathenogenetis betina (telur). Untuk itu sperma diradiasi. Radiasi pada ginogenesis bertujuan untuk merusak kromososm spermatozoa, supaya pada saat pembuahan tidak berfungsi secara genetic (Sumantadinata, 1981).
Ginogenesis secara alami jarang terjadi pada pembuahan, karena nukleus sperma yang masuk ke dalam telur yang dalam keadaan tidak aktif jarang didapatkan, pada beberapa populasi ikan karper krusia (Carrasius auratus gibelio) dan beberapa spesies dari family Poecilidae di Meksiko terjadi ginogenesis secara alami.
Sedangkan ginogenesis buatan dilakukan melalui beberapa perlakuan pada tahapan pembuahan dan awal perkembangan embrio. Perlakuan ini bertujuan 1).  membuat supaya bahan genetik jantan menjadi tidak aktif  2). mengupayakan terjadinya diploisasi agar telur dapat menjadi zigot. Bahan genetik dalam spermatozoa dibuat tidak aktif dengan radiasi sinar gama, sinar X dan sinar ultraviolet (Purdom, 1993).

Pentingnya Pengenalan Alat Sebelum Praktikum

       

     Sebelum melakukan praktikum hal yang paling utama yang harus dipahami oleh praktikan adalah mengetahui terlebih dahulu nama-nama alat, fungsi, dan cara penggunaan alat-alat yang akan kita gunakan, agar praktikum yang akan dilakukan berjalan dengan baik (Setiawati, 2002). Dalam melaksanakan praktikum, seperti biasa para praktikan akan melakukan perhitungan dan pengukuran. Dalam hal ini, maka penggunaan dan ketelitian praktikan dalam menggunakan alat adalah hal yang penting, dimana hal tersebut dapat menentukan hasil akhir dari praktikum. Untuk dapat meningkatkan ketelitian praktikan adalah dengan memperhatikan dan memahami alat yang akan digunakan. Salah satu contohnya adalah alat-alat yang memiliki skala, dimana skala-skala yang dimiliki masing-masing alat tentunya akan berbeda, dan tentu saja juga memiliki tingkat ketelitian yang berbeda pula. Semakin kecil skala alat tersebut maka akan semakin besar tingkat ketelitiaannya. Hal kedua yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara kita membaca skala itu sendiri. (Koesmadji. 2008)

        Dengan demikian pengenalan alat sangatlah penting dan utama disampaikan pada awal praktikum, selanjutnya praktikan harus tahu terlebih dahulu nama, fungsi dan prosedur penggunaan atau prinsip kerja dari alat-alat yang ada dilaboratorium agar diharapkan para praktikan dapat menggunakan alat sesuai dengan fungsinya dan sesuai dengan petunjuk agar memperoleh hasil praktikum yang baik, cepat dan efisien. Pekerjaan dalam laboratorium sering menggunakan alat-alat, contoh alat-alat tersebut antara lain: gelas beker, gelas ukur, pipet tetes, pipet mikro, pipet makro, tabung reaksi, labu ukur, oven, erlenmeyer, ball pipet, dan lain-lain. Kesalahan dalam penggunaan alat dapat mempengaruhi hasil dari praktikum. Sering kali di dalam laboratorium terjadi kesalahan dalam melakukan percobaan di karenakan para praktikan tidak mengetahui cara dan fungsi dari alat-alat laboratorium. Apabila terjadi kesalahan dalam menggunakan alat-alat tersebut, maka akan mengakibatkan halyang fatal. Selain terganggunya praktikum, harga dari alat-alat tersebut juga relatif mahal. Oleh karena itu para praktikan dituntut agar serius dalam praktik agar tidak terjadi kerusakan alat. (Achmad, 2008). Pemahaman fungsi dan cara kerja peralatan serta bahan harus mutlak dikuasai oleh praktikan sebelum melakukan praktikum dilaboratorium kimia. Bukan hal yang mustahil apabila terjadi kecelakaan dalam laboratorium karena kesalahan dalam pemakaian atau penggunaan alat-alat dan bahan yang digunakan dalam melakukan suatu praktikum yang berhubungan dengan bahan kimia yang berbahaya. Disamping itu, pemilihan jenis alat yang akan digunakan dalam penelitian disesuaikan dengan tujuan penelitian. Agar penelitian berjalan lancar.(Khasani, 2009)

Download artikel ini disini


Upwelling di Laut Cina Selatan

Upwelling Di Laut Selatan Cina

Isinya tentang upwelling di laut selatan cina, hasil terjemahan jurnal yang dilanjutkan dengan pembahasan pembuktian dengan menggunakan ODV atau Osean Data View. Apa itu ODV ada penjelasannya di posting sebelumnya.., Cek.. Lihat.. Baca.. Semoga bermanfaat untuk sobat GPS..
Download Artikel

Kepemimpinan Dalam Manajemen


Pada posting sebelumnya GPS sudah membahas mengenai Jenis-jenis Manajemen , dimana di dalamnya terdapat penjelasan mengenai Manajer tingkat atas, manajer tingkat menengah, dan manager tinggat bawah. Kalo belum sempet baca artikel yang sebelumnya bisa langsung aja klik disini untuk melihat artikel yang sebelumnya.

Persepsi mengenai Manager dan Pemimpin sering kali di artikan sama, bahwa manager adalah pemimpin. Persepsi itu memang tidak salah hanya saja kurang tepat. Dari kuliah mengenai Dasar-dasar Manajemen GPS mendapat informasi tentang perbedaan dari Manajer dan Pemimpin. Berikut perbedaannya :

Karakteristik Manajer dan Pemimpin
Fred Luthan (1998 : 269)

Manager Characteristics
Administer
A Copy
Maintain
Focused on System and structure
Relies on Control
Short range view
Ask how and when eye on bottom line
Imitates
Accepts the status quo
Classic good soldier
Does Thing Right
Leader Characteristic
Innovates
An Original
Develops
Focused on people
Inspires Trust
Long Run Perspecties
Ask What and why Eye on the horizon
Origirates
Challenges the ststus Quo
Own person
Does the right they
Untuk penjelasannya langsung aja di translate. sekarang kita langsung ke pembahasan mengenai Kepemimpinan.

Kepemimpinan

Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan menurut A Robert Baron (2003 : 471), adalah “Leadership is the process whereby one individual influences other group members toward the attainment of defined group or organizational goals.” 
Jadi kepemimpinan adalah proses dimana seorang individu mempengaruhi anggota kelompok lain mengenai pencapaian tujuan yang telah ditetapkan kelompok atau organisasi.

Teori-teori tentang Kepemimpinan
1. Teori Kepemimpinan Orang Hebat (The Great Person Theory)
               Teori orang hebat (The Great Person Theory) menurut A. Robert Baron (2003 : 473) adalah ”The View that leader prosess special traits that set them apart from other and that these traits are responsible for their assuming positions of power and authority.” Teori orang hebat adalah suatu pandangan dimana pemimpin memiliki sifat khusus/istimewa yang membedakannya dari yang lain dan dimana sifat-sifat inilah yang akan membawanya untuk menduduki posisi dan kekuasaan


Karakteristik Pemimpin Hebat

A Robert  Baron (2003 : 472)






Sifat atau Karakteristik
Penjelasan
Dorongan
Hasrat atau keinginan untuk mencapai sesuatu, ambisi, energi yang tinggi, kegigihan dan inisiatif
Kejujuran dan Integritas
Dapat dipercaya, dapat diandalkan dan terbuka
Motivasi Kepemimpinan
Keinginan atau hasrat untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan.
Kepercayaan Diri
Percaya akan kemampuan sendiri
Kemampuan Kognitif
Kepandaian, kemampuan mengintegrasikan dan menginterpretasikan sejumlah besar informasi
Pengetahuan akan Bisnis
Pengetahuan tentang industri dan masalah teknis yang relevan
Kreativitas
Kemampuan untuk ide-ide orisinil
Fleksibilitas
Kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan pengikut dan situasinya




Menurut Fred Luthan (1998 : 273), terdapat 4 teori tentang kepemimpinan yaitu :


1. Trait Theories of Leadership
2. Group and exchange theories of leadership
3. Contingency theory of leadership
4. Pats-Goal leadership Theory
Penjelasan:
1. Trait Theories of Leadership
        Teori ini diawali dari pendapat bahwa kepemimpinan merupakan suatu yang dibawa sejak lahir, dan kepemimpinan tidak dapat diciptakan.
2. Group and exchange theories of leadership
       Teori kepemimpinan kelompok mendasarkan pada pendekatan psikologi sosial. Selain itu teori pertukaran klasik (Classic Exchange theory) merupakan pendekatan yang penting untuk teori ini. Dalam hal ini terdapat pertukaran positif antara leader dan follower. Pendapat Chester Barnad yang dikutip Fred Luthan (1998 : 275) menyatakan bahwa :”Exchange theories propose that group member make contribution at cost to themselves and receive benefit at a cost to the group or other member. Interaction continues because member find the social exchange mutually rewarding.
        a. Follower’s Impact on leader. Beberapa penelitian penting menunjukkan bahwa follower/suberordinate dapat mempengaruhi leader.
        b. The Vertical Dyad Linkage Model
Model vertical Dyad linkage model disebut juga Leader Member Exchange (LMX). Teori ini menyatakan bahwa pemimpin memperlakukan bawahan secara berbeda. Pimpinan dan bawahan mengembangkan hubungan 2 belah pihak yang mempengaruhi perilaku masing-masing. Selain itu pimpinan akan berkembang dalam sebuah kelompok subordinat Pemimpin dalam sebuah group lebih sulit memperoleh kesepakatan dan membawa pemimpin menjadi pihak yang lebih bertanggung jawab terhadap keperluan anggota.
3. Contingency theory of leadership
Fiedler Contingency Model Of Leadership EfektivenessModel ini membahas`mengenai hubungan antara gaya kepemimpinan dan situasi yang terjadi. Situasi-situasi yang digambarkan oleh Fiedler meliputi tiga dimensi yaitu :
  • Hubungan pimpinan anggota merupakan variabel pertama yang sangat penting dalam menentukan situasi. 
  • Tingkat struktur tugas merupakan faktor kedua dalam menentukan situasi. 
  • Posisi kekuatan pemimpin 
  • Situasi akan menguntungkan bagi pimpinan apabila pengaruh ketiga dimensi tersebut tinggi. Dalam hal ini kondisi menguntungkan apabila : 
  • Pimpinan dapat diterima oleh follower 
  • Tugas terstruktur dan jelas 
  • Kesepakatan dan kekuatan pihak otoritas secara formal dimiliki oleh leader. 
4. Pats-Goal leadership Theory
Dalam hal ini terdapat 4 gaya kepemimpinan berdasarkan versi House of the theory incorporates yang dikutip Fred Luthan (1998 : 280), yaitu :
  • Directive Leadership : Gaya ini sama dengan teori otoritas kepemimpinan Lippitt and white. Bawahan mengetahui dengan tepat segala sesuatu yang diharapkan pimpinan, dan pimpinan memberikan petunjuk-petunjuk khusus. Pada gaya kepemimpinan seperti ini bawahan tidak memiliki partisipasi. 
  • Supportive Leadership. Pimpinan ramah, dekat dengan bawahan dan memberikan banyak perhatian pada bawahan. 
  • Participative Leadership : Pimpinan menanyakan dan meminta saran dari bawahan, namun pengambilan keputusan adalah wewenang pimpinan. 
  • Achievement – Oriented Leadership : pimpinan menyusun tujuan untuk bawahan dan memperlihatkan keprcayaan diri bahwa mereka dapat mencapai tujuan tersebut dan berkinerja baik.
Teori kepemimpinan lain yaitu kepemimpinan Charismatic, Transformatial social learning, teori substitusi.
1. Charismatic Leadership Theories
Kepemimpinan kharismatik ini telah berjalan sejak jaman Yunani kuno. Analisis charismatic leadership ini selanjutnya dijelaskan oleh Robert House dalam Fred Luthan (1998 : 283) bahwa ciri-ciri dari kepemimpinan karismatik adalah :
  • Memiliki kepercayaan diri dan kepercayaan terhadap pengikut 
  • Merupakan harapan tinggi bagi pengikut 
  • Memiliki visi ideologis 
  • Pengikut memiliki kesamaan visi dan misi dengan pimpinan 
  • Pengikut memiliki loyalitas yang ekstrim dan percaya pada pimpinan 
  • Pengikut berlomba-lomba mengikuti sistem nilai dan perilaku pemimpin 
  • Berhubungan dengan pemimpin merupakan penghargaan diri 
  • Pemimpin karismatik memiliki kemampuan debat dan persuatif yang hebat, sikap, perilaku yang mampu mempengaruhi pengikutnya. 
2. Transformational Leadership Theory
Transactional leadership merupakan kepemimpin yang menggeser/memindahkan hal-hal yang buruk kearah kinerja organisasi yang superior, melalui pembaharuan dan perbaikan. Proses transformasi ini dapat dilakukan melalui proses rekrutment, seleksi, promosi, pelatihan, dan pengembangan, jaminan kesehatan, dan efektivitas kinerja organisasi. Berdasarkan penelitian Bass, pemimpin transformasional yang efektif memiliki karakteristik :
  • Pemimpin mengidentifikasi diri seabagai agen perubahan. 
  • Pemimpin adalah orang yang dapat memberi semangat. 
  • Pemimpin adalah orang yang percaya terhadap orang lain 
  • Pemimpin adalah penggerak sistem nilai 
  • Pemimpin adalah pembelajar sepanjang hayat 
  • Memiliki kemampuan menyesuaikan dengan kompleksitas, ambiguitas, dan ketidak pastian 
  • Memiliki visi
3. Transactional Leadership Theory
Kepemimpinan transaksional melibatkan pertukaran hubungan antara pimpinan dan pengikut.

4. Sosial Learner Approach (Pendekatan Pembelajaran Sosial)
Teori kepemimpinan dengan pendekatan pembelajaran social ini memberikan model berkelanjutan dan interaksi resiprokal antara pemimpin (termasuk kemampuan kognitifnya), lingkungan (termasuk bawahan/ pengikut dengan variable makro lainnya) dan perilakunya.


Untuk Download Artikel dalam bentuk Ms. Word Klik disini

Wujud kebudayaan

Wujud kebudayaan dibagi menjadi tiga kategori, diantaranya:
       1.      Berwujud gagasan (Wujud Ideal)
       2.      Berwujud Artefak (Karya)
       3.      Berwujud Aktivitas

Penjelasan:
    1.      Gagasan, yaitu kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya, yang bersifat abstrak. Hubungannya dengan wujud berikutnya yaitu, jika gagasan itu dituangkan dalam suatu karya tulisan ataupun benda-benda, maka wujug gagasan ini akan menjadi wujud kebudayaan Artefak.
      2.            Artefak, yaitu wujud kebudayaan fisik yang berasal dari hasil  aktifitas, perbuatan, dan karya manusia dalam masyarakat berupa benda atau hal-hal lain yang bersifat fisik, dapat deiraba ataupun dilihat.
   3.       Aktivitas, adalah suatu kebudayaan yang berwujud tindakan berpola dari manusia dalam suatu masyarakat, dimana wujud kebudayaan ini juga sering disebut sistem sosial. Sistem sosial in terdiri dari aktivitas


DOWNLOAD ARTIKEL DALAM BENTUK MS. WORD, KLIK AJA DISINI

"Ku semaikan kasihku tuk sahabat"


Sahabat...Bersamalah kita semaikan persaudaraan ini.
Untaian makna mengiringi kita setiap saat, setiap waktu.
waktu jua yang datang menjemput kita. 
Pintu kehidupan yang nyata membentang di hadapan mata.
Janji  yang kita buat bukan hanya topeng belaka.

Siang ini mungkin bukan yg terakhir,
tapi kita tak tahu apa yang ada dihadapan kita nanti...
celoteh manja sesama saudara, mungkin kini tiada...
kata-kata gila pencipta tawa, jarang lagi terlontar dari kalian,
senyuman manis penyembuh luka, kini jarang lagi kulihat...

Sahabat...
Jutaan pertengkaran kecil kita ciptakan..
kata  terucap menusuk hati...
maafkan aku, sahabatku...
hingga kau jauh di dunia sana, aku akan tetap bersamamu, dan tetap sahabatmu.

Maafkan aku...
Selama ini aku selalu membuatmu kecewa...
aku tak mampu memberikan semua yang kau mau, walaupun aku berusaha semampuku.
Waktu yang berlalu semoga menjadi hikmah pembuka barokah...
waktu ke depannya semoga kita tak salah melangkah.

Ku harap ini bukanlah akhir dari perjuangan hidup kita...
peliharalah janji yang kau ucapkan, peliharalah janji itu.
Janji bahwa kita kan selalu bersama menghadapi seperti apapun kerasnya panggung kehidupan


-- 
FAISAL PANDU LAKSMANA

"Hadiah Terindah"


Seringkali kita berbagi rasa,
berbagi tawa ceria penghibur luka,
bahkan terkadang kita sering berbagi air mata
atas segala hal dalam hidup kita.

Kita pun saling mengingatkan dalam kebaikan,
walau terkadang terdapat goresan perih
dalam lisan maupun perbuatan
dan senantiasa kita saling memaafkan

Meskipun terasa takkan cukup,
izinkan kuucap terima kasih......
karena mengenalmu, adalah hadiah terindah dalam hidupku. 


-- 
FAISAL PANDU LAKSMANA

"Sahabat"


Written by Faisal Pandu Laksmana





Untuk sahabat-sahabat ku tercinta...
Kupersembahkan coretan-coretan ini sebagai bentuk rasa kasih sayang ku, orang yang baru pertama kali merasakan sebuah PERSAHABATAN

Suka duka kita bersama, dalam tangis kita tertawa, dalam senang kita bersama
Wahai sahabatku, satu yang harus kalian tahu,
Hidup kalian sangat berarti untuk ku
Kalian adalah pelangi dalam kehidupanku.

Aku tidak bisa memberi jalan keluar
Untuk semua masalah, keraguan, dan ketakutan dalam hidup.
Tapi aku bisa menjadi pendengar dan bersama, kita akan mencari jawabannya

Aku tidak bisa mencegah kalian merasa sakit hati
Tapi aku bisa menangis bersama kalian
Dan membantu kalian untuk kembali bangkit

Sukacita, kemenangan,
Kesuksesan, dan kebahagiaan kalian yang bukan milikku,
Tapi aku turut merasakannya

Tak bisa kuhitung
Berapa kali lidah ku menyayat-nyayat hati kalian
Namun kalian selalu memberiku nafas saat aku sulit bernafas
Kalian beri aku sayap saat aku sulit untuk terbang,
Maaf kalau semua itu hanya mampu kutebus dengan
Ucapan Terima Kasih

Sahabat,
Telah kalian daki gunung kemerdekaan
Menuju sinar harapan kehidupan masa depan
Menuju kebahagiaan

Sahabat,
Relung waktu telah lalu, rindu hati ingin bertemu
Walau surya telah berlalu
Kalian masih ku tunggu dalam paruh waktu ku

Sahabat,
Ketika hati ini bergeming
Gema Adzan berkumandang, Kalian-lah yang membimbing ku ke Mushola,
Bersujud kepada-Nya Hingga raga ini tenang

Sahabat,
Aku berterima kasih seraya berdoa
Kesehatan dan keberkahan tetap menyertai kalian
Bersama Kuasa-Nya kalian akan bahagia


--------------------------------------------------------

FeedLangganan Artikel Terbaru BC via Email

» Cek Email Anda untuk konfirmasi berlangganan

Entri Populer